IKN-Peluang besar terbuka bagi alumni pertanian untuk ambil bagian langsung dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, seiring langkah aktif Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (IKA Faperta Unmul) menjalin kerja sama dengan Otorita IKN.
Langkah ini ditandai dengan upaya aktif menjalin kerja sama serta membawa sejumlah program dan usaha yang siap dikolaborasikan dengan Otorita IKN.
Fahrizal menegaskan bahwa IKA Faperta Unmul tidak hanya hadir sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai motor penggerak kontribusi nyata di sektor pertanian dan lingkungan di kawasan IKN. Ia bersama jajaran pengurus turut membawa sejumlah usaha yang dinilai potensial untuk dikerjasamakan.
āAlumni pertanian harus mengambil bagian dalam pembangunan IKN, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,ā ujarnya usai rapat dengan deputi lingkungan dan pangan pada Jumat (10/4/2026).
Sejumlah usaha yang telah berjalan di bawah naungan IKA Faperta Unmul di antaranya produksi pupuk organik cair (POC) berbahan dasar susu kadaluarsa yang diolah menjadi pupuk alami, pupuk hidroponik, serta pupuk berbasis bahan organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah.
Menurutnya, terungkap sejumlah peluang dan program strategis yang dapat dimanfaatkan oleh alumni. Salah satunya adalah program baru dari Otorita IKN bertajuk āDaerah Mitraā, yang bertujuan memperluas kerja sama antar daerah dengan kawasan IKN.
Selain itu, wilayah di kawasan IKN dinilai masih membutuhkan banyak dukungan, khususnya dalam pengembangan sektor industri makanan baik skala UMKM maupun industri lainnya. Hal ini membuka peluang besar bagi alumni untuk terlibat dalam pendampingan dan pengembangan usaha.
Dari sisi regulasi, Direktur Hukum OIKN memberikan catatan penting bahwa setiap rencana kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang mengikat sebagai dasar legalitas.
IKA Faperta Unmul juga mencatat sejumlah kebutuhan prioritas di kawasan IKN yang dapat menjadi ruang kontribusi, di antaranya pengembangan program di lokasi LP2P di Muara Samboja dengan konsep implementasi yang terstruktur, pengembangan urban farming berbasis prototipe, hingga riset dan pengembangan peternakan rendah emisi yang terintegrasi dengan sistem perkebunan sawit berbasis teknologi cerdas.
Tak hanya itu, peluang juga terbuka dalam pembangunan manajemen laboratorium sebagai sarana magang atau praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa, serta pengembangan budidaya dan penangkaran tanaman endemik untuk mendukung kebutuhan penghijauan di kawasan IKN.
IKA Faperta Unmul juga mendorong keterlibatan generasi muda, dengan peluang sekitar 30 persen mahasiswa untuk dapat berkiprah di IKN, tidak hanya sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga dalam sektor kewirausahaan dan inovasi.
Dengan berbagai peluang tersebut, IKA Faperta Unmul optimistis alumni pertanian mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.






