DPRD Nilai Penanganan Longsor Kampung Timur Belum Menyentuh Akar Masalah

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla' Padang. (Istimewa)

BONTANG – Ambrolnya kembali bekas longsoran di kawasan Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore, kembali memicu perhatian serius dari kalangan legislatif. Material pasir dan tanah liat yang turun pada Kamis (28/5/2026) sore sekitar pukul 16.30 Wita disebut memperlihatkan bahwa kawasan tersebut masih berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan penanganan lebih komprehensif.

Kejadian itu menambah daftar panjang persoalan longsor yang sebelumnya telah beberapa kali terjadi di lokasi yang sama. Kondisi tersebut membuat warga sekitar terus dihantui rasa khawatir, terutama ketika intensitas hujan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi masyarakat setempat, ancaman longsor bukan lagi sekadar kekhawatiran musiman, melainkan persoalan nyata yang terus berulang tanpa adanya solusi permanen. Setiap hujan deras turun, warga harus meningkatkan kewaspadaan karena khawatir material longsor kembali bergerak mendekati permukiman.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla’ Padang, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang kembali terjadi di kawasan itu.

Ia menilai berulangnya longsor menunjukkan penanganan yang selama ini dilakukan belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, upaya yang ada baru sebatas respons darurat tanpa diikuti langkah mitigasi permanen yang terukur.

“Kalau kondisi seperti ini terus berulang, berarti ada persoalan mendasar yang belum diselesaikan. Pemerintah harus melihat ini secara serius, jangan hanya hadir ketika kejadian lalu setelah itu berhenti di penanganan sementara,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Joni menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran terhadap kondisi yang berpotensi mengancam jiwa masyarakat.

Ia juga menilai, jika penanganan permanen terus tertunda, maka kerusakan berpotensi semakin meluas dan biaya penanganan di masa mendatang akan jauh lebih besar.

“Semakin lama dibiarkan, risikonya akan semakin besar. Ini bukan hanya soal tanah yang turun, tapi soal keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta instansi teknis segera merumuskan langkah mitigasi jangka panjang agar persoalan longsor di Kampung Timur tidak terus berulang setiap musim penghujan. (Mrh)

Pos terkait