Tak Perlu Lagi Keluar Daerah, RSUD IA Moeis Rencanakan Bayi Tabung

Teks foto: Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari

SAMARINDA– RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda berencana membuka layanan bayi tabung. Program tersebut ditargetkan mulai dipersiapkan melalui anggaran 2027.

Namun, layanan itu belum dapat langsung direalisasikan. Pemerintah Kota Samarinda dan manajemen rumah sakit masih menghitung kebutuhan alat, kesiapan teknis, serta anggaran yang diperlukan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari mengatakan, layanan bayi tabung dibutuhkan karena masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur selama ini masih harus pergi ke luar daerah untuk menjalani program tersebut.

“Kita harap layanan bayi tabung ini bisa direalisasikan. Sehingga warga Kaltim, khususnya Samarinda, tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan program bayi tabung sampai keluar daerah,” kata Celni saat ditemui di RSUD IA Moeis, Senin (31/8/2026).

Menurut Celni, keberadaan layanan tersebut di Samarinda dapat mengurangi biaya yang selama ini dikeluarkan pasien untuk transportasi dan kebutuhan selama berada di luar daerah.

Pasien yang menjalani program bayi tabung juga tidak perlu berulang kali menggunakan pesawat untuk menjalani tahapan pengobatan.

“Ini bisa menghemat ongkos dan keamanan bayinya lebih terjaga, karena tidak perlu bolak-balik bepergian naik pesawat,” ujarnya.

Celni mengatakan pembukaan layanan bayi tabung masih membutuhkan kajian dan perencanaan. Besaran anggaran serta jenis peralatan yang diperlukan masih dihitung.

“Ini masih direncanakan. Kita perlu melihat teknisnya bagaimana, anggarannya berapa, harga alatnya berapa. Kita harap bisa segera direalisasikan paling tidak di 2027 jika bisa,” jelasnya.

Rencana pengembangan layanan bayi tabung disampaikan setelah RSUD IA Moeis mengoperasikan gedung baru untuk pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Selain pengembangan rumah sakit, Pemkot Samarinda juga melakukan pembenahan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas. Sejumlah gedung puskesmas baru dibangun dan diperbarui.

Celni mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia berharap pembangunan tersebut diikuti dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Di era efisiensi kita masih bisa mewujudkan fasilitas masyarakat yang kualitasnya jauh lebih baik dari beberapa provinsi lainnya. Kita sudah studi banding, Puskesmas kita salah satu yang terbaik. Saya berharap fasilitasnya sudah ditunjang dengan baik dan ke depan pelayanannya ditingkatkan,” katanya.

Celni juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif. Menurutnya, persoalan kepesertaan yang tidak aktif dapat menjadi kendala ketika warga membutuhkan layanan kesehatan.

“Layanan di rumah sakit ini rata-rata bisa pakai BPJS. Untuk itu kita ingatkan agar masyarakat jangan sampai BPJS-nya mati,” demikian Celni.(adv)

Pos terkait