DPRD Tekankan Evaluasi Menyeluruh Sistem Drainase Kota, Proyek Pattimura Jadi Titik Awal Pembenahan

Perbaikan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Komisi C, Muhammad Sahib, menilai proyek perbaikan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, tidak hanya sekadar pekerjaan infrastruktur biasa, tetapi juga harus dipandang sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem pengendalian banjir di Kota Bontang.

Ia menyebut, selama ini penanganan genangan di sejumlah titik kota masih cenderung dilakukan secara bertahap dan terpisah, sehingga dampaknya belum benar-benar menyelesaikan persoalan utama yang berkaitan dengan kapasitas dan konektivitas saluran air antarwilayah.

Menurutnya, proyek di kawasan Pattimura dapat menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana perencanaan drainase kota yang telah disusun pemerintah benar-benar berjalan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama di wilayah padat aktivitas masyarakat.

“Ini bukan hanya soal memperbaiki satu ruas jalan, tapi bagaimana kita memastikan sistemnya bekerja secara keseluruhan. Kalau hanya satu titik diperbaiki, sementara yang lain tidak terhubung, masalahnya akan tetap muncul,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Dirinya menambahkan, DPRD juga akan mendorong agar setiap proyek drainase yang dilaksanakan pemerintah daerah disertai dengan evaluasi teknis yang lebih komprehensif, termasuk pemetaan ulang alur air dan titik-titik rawan sumbatan di berbagai kawasan perkotaan.

Ia menilai, pendekatan berbasis sistem tersebut penting agar anggaran yang digunakan tidak hanya bersifat reaktif terhadap keluhan warga, tetapi benar-benar masuk dalam skema perencanaan jangka panjang penanganan banjir kota.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan proyek, termasuk kualitas material dan kesesuaian pengerjaan di lapangan agar hasilnya tidak cepat rusak dan kembali menimbulkan masalah serupa.

“Kalau kita ingin hasilnya bertahan lama, maka perencanaan dan pengawasannya harus benar-benar ketat. Jangan sampai setelah diperbaiki, beberapa bulan kemudian masalah yang sama muncul lagi,” tegasnya.

DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong agar pemerintah kota tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat sistem tata kelola air perkotaan secara terpadu sebagai bagian dari upaya jangka panjang mengurangi risiko genangan di Bontang. (ADV/Mrh)

Pos terkait