Tenggarong – Setelah sempat tertunda karena penyesuaian anggaran, pelaksanaan Lomba TTG 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara akhirnya resmi dipastikan berlangsung. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar menyatakan ajang ini menjadi ruang bagi warga desa dan kelurahan untuk menampilkan karya inovatif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi di ruang rapat DPMD Kukar, dipimpin oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Asmi Riyandi Elvandar. Rapat tersebut membahas kesiapan teknis, penilaian, serta penyamaan persepsi panitia agar pelaksanaan lebih tertata.
Elvandar menjelaskan bahwa Lomba TTG 2025 tidak hanya menjadi kegiatan rutin, melainkan dorongan pemerintah agar kreativitas masyarakat desa tumbuh melalui teknologi sederhana yang lahir dari kebutuhan lokal. Menurutnya, banyak ide inovatif di desa mampu memberikan solusi nyata untuk persoalan sosial dan ekonomi.
Tahun ini pola pelaksanaan dibuat lebih terbuka. Jika sebelumnya perwakilan Kukar ditunjuk langsung untuk melangkah ke tingkat provinsi, kini peserta akan melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten. Dengan cara ini diharapkan muncul inovator baru dari berbagai wilayah.
“Lomba ini sempat kami batalkan karena penghematan anggaran. Namun setelah informasi anggaran dikembalikan, kami siap menjalankannya kembali,” tegasnya.
Proses penilaian dimulai pada 14 Oktober 2025 melalui pemeriksaan dokumen inovasi. Selanjutnya, peserta akan mempresentasikan karya di hadapan dewan juri pada 15–16 Oktober 2025. Penetapan pemenang dijadwalkan 17 Oktober 2025 di Kantor DPMD Kukar.
Lomba TTG 2025 terbagi dalam empat kategori: Olahraga Tradisional Daerah, Posyantik Berprestasi, Inovasi TTG, dan TTG Unggulan. Para pemenang akan menerima pembinaan berkelanjutan dan dipersiapkan mewakili Kukar di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Elvandar menambahkan bahwa ajang ini diharapkan menjadi budaya positif di masyarakat desa. Melalui ruang kompetisi seperti ini, ide lokal dapat berkembang menjadi teknologi tepat guna yang memberi nilai tambah bagi perekonomian warga.
“Kami berharap masyarakat terdorong untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan lokal, mendukung kemandirian desa, dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” tutupnya.
Dengan komitmen tersebut, Lomba TTG 2025 menjadi peluang bagi generasi muda desa, komunitas, dan pelaku lokal untuk unjuk kreativitas dan membawa solusi bermanfaat bagi daerahnya.







