SAMARINDA– PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir di Kota Samarinda ditargetkan berakhir pada 13 Juli 2026. Target tersebut disampaikan langsung kepada Komisi I DPRD Samarinda dalam pertemuan yang membahas gangguan pasokan listrik di Kalimantan Timur.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan PLN telah menyampaikan perkembangan perbaikan sistem kelistrikan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Mereka menyampaikan targetnya sekitar 13 Juli sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir. Mudah-mudahan target itu bisa tercapai,” kata Samri (9/7/2026).
Menurut Samri, PLN menjelaskan pemadaman dilakukan karena adanya gangguan pada sistem pembangkit yang masih dalam proses perbaikan. Selama pekerjaan berlangsung, perusahaan menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Ia menegaskan, pemadaman tersebut murni dipicu persoalan teknis dan tidak berkaitan dengan isu lain yang berkembang di masyarakat.
“PLN menyampaikan ini murni karena maintenance dan perbaikan sistem. Tidak ada pembahasan mengenai hal-hal lain,” ujarnya.
Samri juga menepis spekulasi yang menghubungkan pemadaman listrik dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak pernah dibahas dalam rapat karena penyebab pemadaman telah dijelaskan secara langsung oleh PLN.
“Tidak ada pembahasan soal dugaan korupsi batu bara. Yang dijelaskan hanya terkait proses perbaikan sistem kelistrikan,” katanya.
Sebelumnya, PLN menyebut gangguan pada pembangkit menyebabkan pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan berkurang sekitar 250 megawatt. Kondisi itu berdampak pada sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Utara, termasuk Samarinda.
Komisi I DPRD Samarinda berharap PLN dapat memenuhi target penyelesaian perbaikan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman bergilir setelah pertengahan Juli.
“Kalau target itu tercapai, tentu masyarakat bisa kembali menikmati pelayanan listrik secara normal,” demikian Samri.(adv)







