Samarinda Bakal Punya Bus Kota, Tarif Dipatok Rp5 Ribu Sekali Jalan

SAMARINDA — Wacana menghadirkan angkutan umum berbasis bus di Samarinda mulai diarahkan untuk direalisasikan pada 2027. Pada tahap awal, dua trayek disiapkan untuk menguji layanan Trans Samarinda di dalam kota.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Achmad Sukamto mengatakan salah satu jalur yang dibahas menghubungkan Big Mall dengan Pasar Pagi. Bus nantinya melintasi Jembatan 1 dan sejumlah kawasan di sepanjang jalur tersebut sebelum kembali ke rute awal.

Satu trayek lainnya dirancang melayani perjalanan dalam kota dengan sistem berkeliling. Namun, jalur pastinya masih perlu disusun lebih lanjut.

“Ini diusulkan nanti di 2027 ini untuk menyelenggarakan angkutan umum,” kata Sukamto (28/8/2026).

Untuk tarif, penumpang direncanakan membayar Rp5.000 sekali perjalanan. Besaran tersebut berlaku berdasarkan trayek, sehingga jarak perjalanan tidak menjadi pembeda tarif.

“Angkutan itu bayarnya cuma Rp5.000, jauh dekat, sesuai trayeknya,” ujarnya.

Sistem pembayaran juga akan diarahkan ke transaksi digital menggunakan QRIS. Kendati begitu, pembayaran secara tunai tetap disiapkan untuk masyarakat yang belum menggunakan pembayaran digital.

Sukamto menilai kehadiran bus kota diperlukan karena Samarinda sampai saat ini belum memiliki angkutan umum berbasis bus yang terintegrasi. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur yang sudah lebih dulu mengembangkan layanan serupa.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan sekaligus kewajiban menyediakan angkutan umum. Hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, termasuk Pasal 138 ayat (1).

Pengelolaan Trans Samarinda nantinya dapat melibatkan pihak ketiga. Sementara penyelenggaraan dan koordinasinya tetap berada pada perangkat daerah yang membidangi transportasi, yakni Dinas Perhubungan Samarinda.

Sukamto meminta persiapan tidak baru dimulai ketika memasuki 2027. Pemerintah kota perlu lebih dulu memastikan ketersediaan armada serta sarana pendukung seperti halte dan fasilitas lainnya.

Ia berharap rencana tersebut tidak berhenti sebagai program di atas kertas. Kehadiran bus kota dinilai dapat menjadi pilihan baru bagi warga sekaligus memperbaiki layanan angkutan umum di Samarinda yang selama ini masih mengandalkan angkutan kota dengan armada yang dinilai belum banyak diperbarui.

“Ke depan kita berharap dengan pemerintah kota agar menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum,” pungkasnya.(Adv)

Pos terkait