BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Sumardi, menyebut proyek pembangunan dengan skema multiyears harus disesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat memaksakan pengerjaan proyek besar ketika kondisi fiskal sedang mengalami tekanan akibat pengurangan dana transfer pusat.
“Program itu anggarannya menggunakan sistem multiyears dan bukan kebutuhan mendadak,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, proyek multiyears membutuhkan pembiayaan berkelanjutan dalam beberapa tahun anggaran sehingga pelaksanaannya harus benar-benar diperhitungkan secara matang.
Salah satu proyek yang terdampak kondisi tersebut ialah pembangunan Waduk Kanaan yang tahun ini diputuskan untuk ditunda sementara.
Meski demikian, Sumardi memastikan penundaan itu bukan berarti proyek dibatalkan sepenuhnya. Ia menilai pembangunan waduk tetap penting karena berkaitan dengan penanganan banjir di Kota Bontang.
Selain Waduk Kanaan, sejumlah proyek fasilitas publik lainnya juga terkena penyesuaian anggaran, termasuk pembangunan lapangan mini soccer.
“Jumlah rencana pembangunan lapangan mini soccer juga terpaksa harus dikurangi,” ujarnya.
Ia menilai langkah penyesuaian anggaran perlu dilakukan agar kondisi keuangan daerah tetap aman dan program prioritas lain tetap dapat berjalan.
Sumardi berharap kondisi fiskal daerah dapat segera membaik sehingga proyek-proyek pembangunan yang tertunda bisa kembali dilanjutkan secara bertahap. (ADV/Mrh)







