Samarinda– DPRD Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak memaksakan pengoperasian Teras Samarinda Tahap II sebelum seluruh fasilitas keselamatan di kawasan tersebut benar-benar siap.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kawasan yang berada di tepian Sungai Mahakam itu memiliki risiko lebih tinggi dibanding Teras Samarinda tahap pertama sehingga aspek keamanan wajib menjadi perhatian utama.
“Karena posisinya langsung berada di tepian Sungai Mahakam, maka faktor keselamatan harus benar-benar dipastikan terlebih dahulu,” katanya, Rabu (27/5/2026).
Menurut Helmi, Komisi III DPRD Samarinda telah melakukan peninjauan lapangan untuk melihat kesiapan infrastruktur sekaligus fasilitas pengamanan di kawasan tersebut.
Ia menegaskan fasilitas pendukung seperti pagar pembatas dan sistem pengamanan lainnya harus diselesaikan sebelum area dibuka penuh untuk masyarakat.
DPRD, lanjut dia, tidak ingin kawasan publik yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas baru itu justru menimbulkan persoalan karena operasional dilakukan terlalu cepat.
“Jangan sampai dibuka sementara fasilitas pendukung dan keamanannya belum siap sepenuhnya,” ujarnya.
Helmi menyebut Teras Samarinda Tahap II memang memiliki potensi besar sebagai ruang publik sekaligus kawasan penggerak ekonomi baru di tepian Mahakam.
Namun menurutnya, percepatan operasional tidak boleh mengabaikan perlindungan dan kenyamanan masyarakat yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan karena sistem keamanannya belum siap, tentu itu menjadi persoalan serius,” tegasnya.
Karena itu, DPRD Samarinda meminta proses pengoperasian kawasan dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada hasil kajian teknis hingga seluruh standar keselamatan dinyatakan terpenuhi.(EFS/ADV).







