Samarinda– Proyek Terowongan Samarinda belum juga bisa digunakan meski fisik pembangunan disebut sudah hampir rampung.
Di saat yang sama, pekerjaan tambahan kembali muncul, terutama pada bagian pengamanan lereng di sekitar kawasan proyek.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Arif Kurniawan, meminta pemerintah melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu.
Ia menilai ada indikasi perencanaan awal yang belum sepenuhnya matang.
“Ini harus jadi perhatian serius. Karena sejak awal sudah memakai anggaran besar, perencanaannya juga harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” kata Arif, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, munculnya pekerjaan tambahan setelah proyek berjalan menunjukkan ada kondisi teknis yang tidak terdeteksi sejak tahap perencanaan.
Salah satunya soal potensi longsor di bagian atas terowongan yang baru diketahui saat pekerjaan berlangsung.
Kondisi itu membuat pemerintah harus menambah pekerjaan pengamanan agar struktur tetap aman sebelum dioperasikan.
“Setelah dikerjakan baru terlihat ada potensi longsor di bagian atas, jadi harus ada penguatan lagi,” ujarnya.
Arif menyebut hal tersebut menjadi salah satu alasan terowongan belum bisa difungsikan, meski progres fisik sudah berada di tahap akhir.
Sejumlah syarat teknis dan keselamatan masih harus dipenuhi sebelum izin operasional diterbitkan.
Ia juga mempertanyakan mengapa risiko geologi di area tersebut tidak terpetakan sejak awal perencanaan proyek.
“Kalau kajian awalnya kuat, mestinya risiko seperti itu sudah bisa diantisipasi,” katanya.
Selain persoalan lereng, DPRD juga meminta pemerintah memastikan pekerjaan pendukung lain seperti drainase kawasan diselesaikan secara tuntas agar tidak menimbulkan masalah baru setelah terowongan dibuka.
Arif menegaskan proyek besar tidak boleh terus-menerus disertai penambahan pekerjaan di luar rencana awal karena berpotensi menambah beban anggaran.
“Jangan setiap tahap muncul pekerjaan baru lagi. Harus ada kepastian batas pekerjaan supaya tidak terus membengkak,” tegasnya. (EFS/ADV).







