Samarinda– Upaya pengendalian banjir di Kota Samarinda dinilai belum menunjukkan hasil yang sebanding dengan besarnya anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah.
DPRD Samarinda menilai sejumlah proyek masih berjalan sendiri-sendiri dan belum membentuk sistem yang utuh.
Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyoroti salah satu proyek yang menjadi perhatian, yakni Kolam Retensi Sempaja, yang dinilai belum bekerja maksimal dalam menekan genangan di kawasan tersebut.
Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya bertumpu pada satu jenis infrastruktur seperti kolam retensi, tanpa dukungan sistem drainase dan saluran pembuangan yang tersambung hingga ke sungai.
“Kolamnya sudah ada, tapi saluran keluar airnya belum tuntas. Jadi fungsinya belum berjalan optimal,” kata Rohim, Jumat (30/5/2026).
Ia menjelaskan, pola pembangunan yang dilakukan secara bertahap dalam tahun anggaran berbeda membuat banyak infrastruktur yang sudah selesai tidak langsung bisa berfungsi maksimal.
Akibatnya, sebagian fasilitas baru bisa bekerja optimal setelah komponen pendukung lainnya rampung, yang sering kali membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau hanya membangun bagian tertentu saja, sementara penghubungnya belum selesai, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Rohim menilai kondisi tersebut membuat masyarakat tetap merasakan banjir meski berbagai proyek fisik sudah terlihat di lapangan.
Karena itu, Pansus LKPJ DPRD Samarinda meminta pemerintah kota mengubah pendekatan pembangunan menjadi lebih terintegrasi sejak tahap perencanaan.
Ia juga mendorong agar paket pekerjaan tidak lagi dipisah-pisahkan antara infrastruktur utama dan pendukung, agar seluruh sistem bisa selesai dan berfungsi bersamaan.
“Kita ingin begitu selesai dibangun, manfaatnya langsung terasa. Bukan sekadar proyek berdiri, tapi tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya.
DPRD menilai percepatan penyelesaian sistem secara menyeluruh jauh lebih penting dibanding hanya menyelesaikan proyek secara parsial yang belum memberikan dampak nyata bagi pengendalian banjir di kota. (EFS/ADV)







