Warga Masih Patungan Beli Pipa, DPRD Samarinda Kritik Perumdam Tirta Kencana

Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto

Samarinda– Perumdam Tirta Kencana diminta menjelaskan penyebab masih banyaknya permohonan pemasangan sambungan air bersih yang belum bisa dipenuhi. Kendala utama disebut berada pada belum tersedianya jaringan pipa sekunder di sejumlah kawasan permukiman.

Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan masyarakat perlu mendapat penjelasan mengenai persoalan tersebut.

Menurutnya, keterbatasan jaringan pipa sekunder telah membuat pelayanan sambungan baru berjalan lambat, padahal kebutuhan air bersih terus meningkat.

“Kita mau PDAM terbuka dan transparan terkait permasalahan jaringan sekunder ini,” kata Rusdi (6/7/2026).

Ia menilai penyediaan jaringan pipa sekunder seharusnya menjadi bagian dari perencanaan perusahaan. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi dibebani biaya tambahan hanya untuk mendapatkan akses air bersih.

Selama ini, kata Rusdi, masih ditemukan warga yang membeli pipa secara swadaya atau patungan agar sambungan air bisa masuk ke lingkungan tempat tinggal mereka. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi karena pembangunan jaringan merupakan tanggung jawab Perumdam.

“Perlu ada perencanaan yang baik dalam program kerja PDAM ke depan, termasuk persoalan jaringan sekunder agar bisa dipenuhi oleh PDAM sendiri,” ujarnya.

Rusdi menyebut persoalan itu masih terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Samarinda Ulu. Di kawasan tersebut, sejumlah permohonan sambungan rumah belum dapat diproses lantaran jaringan pipa sekunder belum tersedia.

“Beberapa titik di sana terkendala tidak ada jaringan pipa sekunder,” katanya.

Selain meminta penyelesaian persoalan jaringan, pihaknya juga masih menunggu laporan akuntan publik Perumdam Tirta Kencana tahun buku 2025 yang hingga kini belum disampaikan.

Laporan tersebut dibutuhkan untuk mengetahui penggunaan keuntungan perusahaan, termasuk kemungkinan alokasi anggaran bagi penambahan jaringan pipa sekunder.

“Jangan hanya mengandalkan pokok pikiran dewan. Kita ingin tahu keuntungan mereka selama ini dialokasikan untuk apa. Apakah ada untuk penambahan jaringan pipa sekunder,” tutup Rusdi.(ADV/EFS)

Pos terkait