Samarinda– Pengembangan layanan pemerintahan berbasis digital di Kota Samarinda dinilai masih belum menyentuh seluruh lini pelayanan.
Hingga saat ini, penerapan sistem digital disebut baru berjalan di tingkat kecamatan, sementara pelayanan di kelurahan masih perlu dikembangkan.
Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi antara Komisi I DPRD Samarinda dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda yang membahas capaian program, realisasi anggaran, serta rencana kerja tahun 2027.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan perluasan digitalisasi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kemudahan masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintah.
“Sistem digitalisasi sampai ke kelurahan-kelurahan. Hari ini kan baru berada sampai di tingkat kecamatan. Itu yang kami dorong kepada Diskominfo dalam rangka meningkatkan pelayanan publik,” katanya (7/7/2026).
Selain menyoroti digitalisasi, rapat tersebut juga mengevaluasi pelaksanaan program dan serapan anggaran Diskominfo hingga memasuki triwulan III.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan kegiatan sekaligus melihat kesiapan perangkat daerah menyusun program pada tahun anggaran berikutnya.
Menurut Ronal, penggunaan anggaran, khususnya pada sektor komunikasi dan publikasi, juga menjadi perhatian.
Ia menilai setiap anggaran yang dialokasikan harus diikuti hasil yang dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas layanan informasi publik.
Di sisi lain, Diskominfo memaparkan bahwa transformasi digital tetap menjadi salah satu fokus utama instansi tersebut untuk mendukung keterbukaan informasi dan modernisasi pelayanan pemerintahan.
Ronal berharap pengembangan sistem digital dapat menjadi salah satu program prioritas yang memperoleh dukungan anggaran sehingga implementasinya tidak berhenti di tingkat kecamatan.
“Mereka harus berupaya meyakinkan TAPD agar program yang berkaitan dengan pelayanan publik bisa mendapatkan dukungan anggaran sehingga sistemnya semakin optimal,” tutupnya. (ADV/EFS)







