Samarinda – Kondisi gelap di Jembatan Achmad Amins yang dikeluhkan pengguna jalan sejak lebih dari setahun terakhir dipastikan mulai ditangani.
Pemerintah Kota Samarinda menargetkan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di jembatan tersebut dimulai pada Agustus 2026 dengan anggaran sekitar Rp900 juta.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan proyek itu saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan akan dilanjutkan dengan proses pelelangan. Pendanaannya berasal dari bantuan keuangan dan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.
“Jembatan Mahkota II saat ini masih dalam proses perencanaan pelelangan. Anggarannya sekitar Rp900 juta khusus untuk lampu jalan. Mudah-mudahan Agustus atau September sudah bisa direalisasikan,” kata Manalu.
Lampu penerangan di jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Mahkota II itu dilaporkan padam sejak Januari 2025.
Akibatnya, kondisi jalan menjadi minim penerangan pada malam hari dan dinilai membahayakan pengendara yang melintas.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan percepatan perbaikan LPJU menjadi salah satu hasil koordinasi DPRD dengan Dinas Perhubungan.
Menurutnya, keberadaan lampu jalan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Insyaallah bulan depan mulai dikerjakan supaya lampu jalan bisa menyala lagi. Selama ini sudah banyak kejadian yang tidak diinginkan di kawasan Jembatan Mahkota II,” ujarnya.
Selain di Jembatan Achmad Amins, DPRD juga meminta Pemkot mempercepat pembenahan penerangan di sejumlah jalan utama yang hingga kini masih gelap.
Deni menyebut Jalan Pahlawan, Jalan Dr. Soetomo, dan Jalan Letjen S. Parman menjadi ruas yang perlu mendapat prioritas karena banyak lampu tidak berfungsi dan tiang penerangan sudah tidak layak digunakan.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan peremajaan. Kondisi lampu dan tiangnya sudah saatnya diganti agar penerangan jalan di Samarinda lebih baik,” tandasnya.
DPRD berharap proyek perbaikan LPJU di Jembatan Achmad Amins dapat segera rampung sehingga pengguna jalan tidak lagi melintas dalam kondisi minim penerangan, sekaligus menjadi awal pembenahan lampu jalan di sejumlah titik lain di Kota Samarinda.(adv)







