SAMARINDA – Sarung Samarinda dan kuliner ketupat bisa menjadi daya tarik utama wisata di Samarinda Seberang tanpa harus menunggu pembangunan berbagai fasilitas baru.
Aktivitas yang sudah berjalan di Kampung Tenun dan Kampung Ketupat dinilai cukup kuat untuk dikembangkan menjadi pengalaman wisata.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pemerintah perlu melihat potensi yang sudah tumbuh di tengah masyarakat. Pengembangan kawasan tidak harus selalu dimulai dengan membangun sesuatu dari awal.
Kampung Tenun, kata dia, punya aktivitas pembuatan sarung Samarinda yang dapat disaksikan langsung oleh pengunjung. Sementara Kampung Ketupat memiliki kuliner khas yang berkembang di kawasan tepian Mahakam.
“Kampung Tenun punya kekuatan dari proses pembuatan sarung Samarinda yang bisa dilihat langsung pengunjung. Sementara Kampung Ketupat memiliki potensi kuliner khas yang berkembang di sekitar tepian Mahakam,” kata Viktor (7/9/2026).
Menurutnya, aktivitas tersebut perlu diperkuat melalui penataan kawasan. Unsur budaya lokal bisa ditampilkan lewat lingkungan, ruang usaha maupun bagian lain yang mudah dikenali pengunjung.
“Identitas visual seperti itu perlu kita bangun,” ujarnya.
Viktor mengatakan Kampung Tenun dan Kampung Ketupat tidak perlu dibuat dengan konsep yang sama. Masing-masing kawasan justru perlu memiliki karakter sendiri agar wisatawan bisa membedakan pengalaman yang ditawarkan.
Konsep itu juga memungkinkan pelaku usaha dan masyarakat tetap menjadi bagian dari kegiatan wisata. Pembuatan sarung, penjualan makanan hingga aktivitas warga dapat berjalan bersamaan dengan kunjungan wisatawan.
Ia meminta pemerintah melakukan kajian sebelum menentukan bentuk penataan kawasan. Kebutuhan masyarakat, kondisi lokasi dan potensi usaha perlu dilihat agar pengembangan wisata tidak hanya menghasilkan kawasan yang terlihat bagus, tetapi minim aktivitas.
Bagi Viktor, identitas yang kuat juga akan memudahkan promosi. Wisatawan dapat langsung mengetahui apa yang menjadi ciri khas ketika mendengar nama Kampung Tenun maupun Kampung Ketupat.
“Harapannya kekhasan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan konsep wisata sehingga identitas kedua kampung semakin kuat dan mudah dikenali wisatawan,” pungkasnya.(adv)






