SAMARINDA– Penumpang penerbangan Samarinda-Jakarta yang terdampak pembatalan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diminta mendapat pengembalian dana tiket secara penuh. DPRD Samarinda meminta maskapai tidak memotong maupun mempersulit proses *refund*.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan pembatalan penerbangan terjadi akibat kondisi yang berada di luar kendali penumpang.
Karena itu, maskapai diminta memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang mengajukan pengembalian dana.
“Ini kan faktor bencana alam, jadi tidak ada yang bisa memprediksi. Kami berharap maskapai memberikan kompensasi atau pengembalian dana secara utuh. Ini bukan kesalahan pribadi penumpang,” kata Romadhony di Gedung Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, sebagian calon penumpang di sejumlah bandara yang penerbangannya dibatalkan telah mengajukan permohonan *refund*. Proses pengembalian dana diminta segera dilakukan tanpa prosedur yang menyulitkan penumpang.
“Pengembalian *full* untuk *refund*-nya karena kan disebabkan bencana alam,” ujarnya.
Sebelumnya, Bandara APT Pranoto Samarinda menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta mulai Minggu (6/9/2026).
Keputusan itu diambil setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada wilayah udara di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.
Penghentian penerbangan dilakukan dengan alasan keselamatan. Abu vulkanik yang masuk ke jalur penerbangan dapat mengganggu operasional pesawat sehingga penerbangan tidak dapat dipaksakan tetap berjalan.
Sejumlah penerbangan rute Samarinda-Jakarta dan Jakarta-Samarinda ikut terdampak. Maskapai Batik Air yang terdampak yakni ID 6256/6257 dan ID 6677/6676. Sementara Citilink dengan nomor penerbangan QG 423/422 dan Garuda Indonesia GA 581/580.
Romadhony berharap gangguan penerbangan tidak berlangsung lama. Ia berharap APT Pranoto kembali melayani penerbangan Samarinda-Jakarta setelah kondisi jalur penerbangan dinyatakan aman.
“Semoga satu hingga dua hari Bandara APT Pranoto sudah bisa beroperasi dan kembali normal melayani Samarinda-Jakarta dan sebaliknya, normal seperti sedia kala,” pungkasnya.(adv)







