Kualitas Udara Memburuk, DPRD Samarinda Minta Disdik Pantau Tiap Kecamatan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda M Novan Syahronny Pasie

SAMARINDA– Puskesmas dan rumah sakit di Samarinda diminta bersiap menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.

DPRD Samarinda meminta kesiapan pelayanan kesehatan diperkuat selama musim kemarau dan kabut asap masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda M Novan Syahronny Pasie mengatakan fasilitas kesehatan perlu mengantisipasi sejak awal, terutama karena paparan partikulat dan asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kita perlu melihat kesiapan pelayanan kesehatan, jangan sampai ketika masyarakat mulai banyak yang mengalami gangguan pernapasan fasilitas kesehatan justru belum siap,” kata Novan (1/9/2026).

Menurutnya, kondisi udara Samarinda dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian. Konsentrasi PM2,5 yang sebelumnya berada di bawah 20 µg/m³ tercatat meningkat hingga menembus 100 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi itu dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari asap kendaraan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama musim kemarau.

Paparan asap dalam kondisi seperti ini perlu diantisipasi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

Novan mengatakan DPRD terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

“Pemerintah juga perlu memiliki langkah yang jelas apabila kualitas udara kembali memburuk,” tegasnya.

Di tingkat masyarakat, Novan meminta penggunaan masker tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan. Masker perlu digunakan terutama ketika warga harus beraktivitas di luar ruangan pada saat kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

“Jangan sampai sudah merasakan gejalanya, baru menggunakan masker. Kita perlu antisipasi lebih dulu karena kondisi udara kita tidak menentu,” ujarnya.

Selain perlindungan bagi masyarakat umum, perhatian juga diarahkan kepada lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda diminta terus melihat perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kegiatan siswa di luar ruangan.

Novan mengatakan kondisi udara antarkawasan tidak selalu sama. Karena itu, sekolah perlu memiliki informasi harian agar aktivitas luar ruangan dapat dikurangi ketika kualitas udara di wilayahnya memburuk.

Jika kondisi semakin parah, pembelajaran dari rumah atau secara daring menurutnya bisa menjadi pilihan untuk wilayah yang terdampak berat.

“Saat ini wilayah Samarinda memang ada beberapa kecamatan yang kurang baik kondisi udaranya, ada juga yang masih bagus. Kita minta dinas terkait perlu melihat perkembangan kondisi setiap harinya,” katanya.

Upaya pencegahan di masyarakat juga telah dilakukan relawan dengan membagikan sekitar 10.000 masker pada pekan lalu. Pembagian itu sekaligus disertai edukasi kepada warga mengenai perlindungan diri dari paparan asap.

DPRD Samarinda selanjutnya akan membahas kondisi tersebut bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait.

Novan mengatakan pembahasan diperlukan untuk memastikan langkah pemerintah tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga diikuti kesiapan pelayanan apabila jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan meningkat.(adv)

Pos terkait