SAMARINDA– Permintaan biaya Rp5,799 juta kepada pedagang untuk perbaikan instalasi listrik di lantai 5 Blok D Pasar Pagi Samarinda kini dipertanyakan. DPRD Samarinda meminta Dinas Perdagangan menelusuri pihak yang meminta uang tersebut sekaligus memastikan peruntukannya.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan nominal yang diminta cukup besar sehingga perlu ada kejelasan mengenai dasar penarikan dan pihak yang mengelolanya.
“Lumayan juga ini Rp5.799.000. Kita belum bisa menyimpulkan apakah pungutan liar atau bukan. Harus dicek dulu untuk apa uangnya, dan apakah berlaku untuk satu lantai atau bagaimana. Kalau Dinas Perdagangan menyatakan tidak ada biaya tersebut,” kata Iswandi.
Permintaan biaya itu sebelumnya disampaikan kepada pedagang pada Agustus 2026. Dana disebut akan digunakan untuk memperbaiki instalasi listrik di lantai 5 Blok D.
Pedagang konveksi Pasar Pagi, Dyah, mengatakan gangguan listrik masih terjadi di sejumlah lapak. Lampu penerangan koridor juga ikut padam sehingga mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung.
“Ada beberapa lapak yang mati listriknya atau jeglek. Matinya tidak hanya di toko saja tapi jalannya juga mati,” kata Dyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Samarinda, Kamis (3/9/2026).
Dyah mengatakan pedagang selama ini tetap membayar retribusi Rp5.000 per lapak setiap hari. Karena itu, mereka mempertanyakan munculnya biaya tambahan untuk perbaikan listrik yang sebelumnya tidak pernah dibahas.
“Rp5,7 juta itu untuk perbaikan keseluruhan, ada instalasi yang harus diperbaiki. Padahal kami bayar retribusi setiap bulan, tapi lampu sering padam. Itu yang kami bingungkan,” ujarnya.
“Di awal tidak ada pembahasan adanya biaya perbaikan listrik itu. Kita hanya minta lampu tetap nyala, agar kita bisa tetap berjualan,” lanjutnya.
Pedagang tidak mempersoalkan jika listrik masing-masing toko nantinya dikelola secara mandiri. Mereka bersedia membeli token sendiri selama mekanisme penggunaan dan pengelolaannya disampaikan secara jelas.
Iswandi mengatakan pihaknya masih perlu memastikan apakah permintaan Rp5,799 juta itu ditujukan untuk seluruh lantai 5 atau hanya bagian tertentu. DPRD juga akan melihat apakah permintaan tersebut berasal dari pihak yang memiliki kewenangan.
“Tadi ditemukan ada yang dimintai biaya untuk perbaikan listrik penerangan. Kita sedang cari siapa orangnya. Ini masih menjadi pertanyaan, apakah untuk seluruh lantai 5 atau bagaimana,” ujarnya.
Di luar persoalan listrik, pedagang juga meminta Pemkot Samarinda memperbaiki fasilitas dan akses menuju Pasar Pagi. Dyah berharap pembenahan itu bisa meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus membantu pedagang meningkatkan pendapatan.
“Kalau misalkan semua fasilitas dan akses masuk diperbaiki, otomatis pasar jadi ramai dan pendapatan masyarakat bisa bertambah dan meningkatkan PAD Samarinda juga,” pungkasnya.(adv)







