SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda diminta tidak menunggu kawasan berkembang terlalu padat untuk membenahi kebutuhan infrastrukturnya. Pemetaan kawasan menjadi penting agar pembangunan jalan, drainase dan penerangan bisa mengikuti perubahan aktivitas warga.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, mengatakan perkembangan sejumlah kawasan di Samarinda Utara, termasuk Kelurahan Sempaja Utara, perlu diikuti dengan perencanaan infrastruktur yang lebih terukur.
“Pertumbuhan Samarinda Utara cukup pesat. Infrastruktur dasar harus ikut diperkuat,” ujar Maswedi (1/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan infrastruktur setiap kawasan tidak selalu sama. Karena itu, pemerintah perlu melihat kondisi lapangan secara berkala untuk menentukan fasilitas mana yang harus lebih dulu dibenahi.
Aspirasi warga yang diterima DPRD menunjukkan masih adanya kebutuhan terhadap jalan lingkungan, drainase hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Maswedi menyebut persoalan itu banyak disampaikan masyarakat saat reses maupun ketika DPRD turun langsung ke lapangan.
Untuk jalan lingkungan, perbaikan tidak selalu harus dilakukan melalui pembangunan berskala besar. Semenisasi dapat menjadi pilihan untuk menangani ruas permukiman yang membutuhkan peningkatan akses.
Jalan yang layak, kata Maswedi, berkaitan langsung dengan mobilitas warga. Akses tersebut digunakan masyarakat untuk menuju fasilitas umum maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.
Sementara pada sistem drainase, pemerintah perlu memperhitungkan perubahan kawasan akibat bertambahnya bangunan. Saluran air harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan permukiman sehingga persoalan genangan tidak muncul berulang saat hujan deras.
“Pembangunan harus berjalan seimbang dengan pertumbuhan kawasan,” katanya.
Kebutuhan penerangan juga masih ditemukan di sejumlah titik. Maswedi menyebut terdapat LPJU yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan karena penerangan jalan berhubungan dengan keamanan warga ketika beraktivitas pada malam hari.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak hanya menunggu laporan masyarakat. Pemeriksaan lapangan secara berkala diperlukan untuk mengetahui fasilitas yang rusak sekaligus melihat kebutuhan baru yang muncul seiring perkembangan kawasan.
Maswedi mengatakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat nantinya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama Pemkot Samarinda. Program pembangunan diharapkan tidak hanya berdasarkan usulan, tetapi juga disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Program harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga,” tegasnya.
DPRD Samarinda, lanjut dia, akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur dasar. Pengawasan diperlukan agar program yang sudah direncanakan benar-benar dikerjakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Maswedi berharap perkembangan Samarinda Utara dapat dibarengi dengan pembenahan lingkungan permukiman. Menurutnya, kawasan yang tumbuh cepat perlu memiliki infrastruktur yang dipersiapkan sejak awal agar masyarakat tetap mendapatkan lingkungan yang nyaman dan layak.
“Yang penting perkembangan kawasan ini diimbangi dengan infrastruktur yang memadai,” tutupnya.(adv)







