SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda perlu segera menambah tenaga pendidik setelah kebutuhan guru di sekolah saat ini masih kurang sekitar 500 orang. Kekurangan itu diperkirakan terus bertambah karena ratusan guru memasuki masa pensiun setiap tahun.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi mengatakan persoalan tersebut harus masuk dalam perencanaan kebutuhan tenaga pendidik Pemkot Samarinda. Penambahan guru dinilai tidak bisa hanya menunggu adanya pengisian formasi secara berkala.
“Kalau kita berbicara kebutuhan guru saat ini, dalam setahun ada sekian ratus guru yang pensiun. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, kita kekurangan sekitar 500 guru,” kata Ismail (22/8/2026).
Menurut Ismail, kekurangan tenaga pengajar berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera ditangani. Sekolah membutuhkan jumlah guru yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran dan jumlah peserta didik.
Karena itu, ia meminta Pemkot Samarinda menyiapkan langkah pengadaan guru, termasuk melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Ismail juga mendorong agar formasi guru lebih banyak diarahkan untuk pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ia menilai status tersebut memberikan kepastian karier dan kesejahteraan yang lebih baik bagi tenaga pendidik.
“Guru itu cocoknya bukan PPPK, tetapi PNS agar kesejahteraannya terjamin. Dengan begitu, kualitas dan proses belajar mengajar di kelas semakin baik,” ujarnya.
Ia menilai pemenuhan jumlah guru tidak cukup dilakukan dengan melihat kebutuhan saat ini. Pemkot juga harus menghitung jumlah guru yang akan pensiun sehingga formasi yang disiapkan dapat menutup kekurangan secara bertahap.
“Ini perlu menjadi prioritas dan harus diselesaikan. Pemerintah perlu fokus menyelesaikan kekurangan guru ini,” tegasnya.
Ismail berharap kebutuhan tenaga pendidik di Samarinda dapat dipetakan lebih terukur. Dengan begitu, sekolah yang kekurangan guru dapat segera mendapat tambahan tenaga pengajar dan proses pembelajaran tidak terganggu.
“Dengan guru yang cukup dan kesejahteraan yang terjamin, kualitas pendidikan kita semakin baik,” demikian Ismail.(adv)







