PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

Konsolidasi Partai di Tingkat Ranting

SAMARINDA – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, menegaskan komitmennya menjadikan partai sebagai alat perjuangan rakyat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui konsolidasi ranting yang digelar pada Senin (25/05/2026), dengan fokus pada pembentukan pengurus anak ranting di seluruh wilayah kecamatan.

Ketua PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang, Andi Misran, menargetkan pembentukan kepengurusan anak ranting di 248 RT yang tersebar di lima kelurahan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya sebatas membentuk struktur organisasi, tetapi juga mendorong setiap pengurus menyusun agenda kerakyatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan bahwa pengurus di tingkat akar rumput harus mampu berperan aktif mengawal berbagai persoalan masyarakat, baik yang dapat diselesaikan secara langsung maupun melalui tahapan kebijakan.

“Partai harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum politik. Pengurus di tingkat bawah harus menjadi garda terdepan dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi warga,” ujarnya.

Andi juga menyampaikan optimismenya bahwa konsolidasi tersebut dapat berjalan efektif melalui semangat gotong royong. Menurutnya, kekuatan kolektif partai, mulai dari tingkat kota hingga provinsi, menjadi modal penting dalam mengakselerasi kerja-kerja kerakyatan.

Ia menambahkan, PDI Perjuangan memiliki dukungan representasi politik yang kuat, baik di tingkat provinsi maupun kota. Di antaranya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, serta Sugiono sebagai anggota fraksi provinsi dari daerah pemilihan Samarinda, dan enam anggota fraksi di DPRD Kota Samarinda.

“Dengan komunikasi yang baik dan kerja gotong royong, kami yakin PDI Perjuangan dapat menjadi wadah perjuangan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sungai Pinang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi menilai kehadiran kepengurusan hingga tingkat anak ranting bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Struktur yang semakin dekat dengan warga diyakini dapat mempercepat penyerapan informasi sekaligus respons terhadap berbagai persoalan di lapangan.

“Anak ranting ini akan menjadi ujung tombak. Dari sana, persoalan masyarakat bisa terdeteksi lebih cepat dan diperjuangkan dengan lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Pos terkait