SAMARINDA – Aktivitas warga dan pelaku usaha di Samarinda kembali terganggu akibat pemadaman listrik bergilir. Dalam beberapa kejadian, listrik padam lebih dari tiga jam dan terjadi di luar waktu yang sebelumnya diinformasikan PLN.
Kondisi ini kembali menimbulkan keluhan setelah pasokan listrik di Samarinda sempat berjalan relatif normal selama hampir satu bulan. Ketidakpastian waktu pemadaman membuat warga maupun pelaku usaha kesulitan menyesuaikan aktivitas mereka.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda Ronald Stephen Lonteng mengatakan persoalan utama bukan hanya durasi pemadaman, tetapi juga minimnya informasi yang diterima masyarakat. PLN dinilai perlu menjelaskan penyebab gangguan agar warga mengetahui kondisi sistem kelistrikan yang sedang terjadi.
“PLN seharusnya bisa menyosialisasikan apa yang terjadi, agar masyarakat mengetahui penyebab mati listrik kali ini. Kalau ada pemadaman, apalagi pemadaman bergilir, seharusnya segera disosialisasikan,” kata Ronald (20/8/2026).
Menurut Ronald, pemberitahuan pemadaman juga seharusnya diberikan dengan jeda waktu yang cukup. Dengan informasi lebih awal, masyarakat dapat mengatur pekerjaan, aktivitas rumah tangga, maupun kegiatan usaha yang membutuhkan pasokan listrik.
Ia menilai persoalan tersebut cukup serius bagi pelaku UMKM. Usaha makanan dan rumah produksi kue, misalnya, membutuhkan listrik untuk menjalankan peralatan selama proses produksi.
Pemadaman selama berjam-jam dapat membuat proses produksi terhenti. Jika terjadi berulang, kondisi itu berpotensi menambah beban kerugian bagi pelaku usaha.
Ronald meminta pola penyampaian informasi PLN diperbaiki. Menurut dia, masyarakat tidak semestinya baru mengetahui jadwal pemadaman ketika listrik akan diputus.
“Maka PLN perlu bersikap memberi informasi jauh-jauh waktu, bukan dekat waktu. Mau mati (padam listrik), baru menginformasikan,” tegasnya.
DPRD Samarinda masih memberikan waktu kepada PLN untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun, apabila pemadaman bergilir terus terjadi dalam satu pekan ke depan, Komisi I DPRD Samarinda akan memanggil PLN.
Pemanggilan itu nantinya untuk meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, kondisi pasokan listrik, serta langkah yang disiapkan agar gangguan tidak terus berulang.
“Kalau masih ada pemadaman bergilir, DPRD akan siap memanggil PLN untuk meminta klarifikasi terjadinya pemadaman listrik bergilir,” pungkas Ronald.






