Puluhan Ormas di Kaltim Konsolidasi, Bahas Realisasi Program Rudy-Seno

Suasana Forum Konsolidasi Ormas
Samarinda-Puluhan perwakilan dari sedikitnya 36 organisasi masyarakat atau Ormas di Kalimantan Timur menggelar konsolidasi terbatas di salah satu rumah makan di Jalan Wahid Hasyim I, Samarinda, Rabu malam, (13/5/26).

Kegiatan yang digelar Forum Ormas Bersatu atau Forsat Kalimantan Timur ini membahas sejumlah program unggulan pasangan Rudy-Seno saat Pilgub Kaltim tahun lalu.

Pelayanan kesehatan gratis, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga program pendidikan gratis menjadi fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Meski dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat, pasangan Rudy-Seno tetap mendapat apresiasi karena dianggap mulai merealisasikan sejumlah program yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat luas.

Salah satu tokoh Ormas yang hadir, Barkati, menilai peningkatan layanan kesehatan dan program pendidikan gratis merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama.

“Layanan kesehatan meningkat, fasilitas kesehatan membaik, pendidikan ada Gratispol. Tentu belum sempurna, tapi ini langkah yang bagus dari pemerintah,” ujarnya.

Ketua Kopasti Kaltim itu juga menanggapi maraknya pemberitaan negatif terhadap pemerintahan Rudy-Seno dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi, namun harus dilakukan dengan cara yang santun, objektif, dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Silakan, itu hak kita sebagai masyarakat. Tapi tetap dengan cara-cara yang baik dan jangan mudah terhasut isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” lanjut Barkati.

Dalam kesempatan tersebut, Barkati juga mengajak seluruh Ormas di Kalimantan Timur untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan serta memberikan kritik yang membangun demi kemajuan daerah.

“Kalau ada kekurangan kita sampaikan dengan cara-cara intelektual. Sebaliknya, kalau ada yang baik juga harus kita apresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintahan Rudy-Seno masih dalam tahap awal sehingga membutuhkan dukungan, pengawasan, dan masukan dari seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintahan ini baru berjalan. Mari sama-sama kita awasi, beri masukan, dan kritik yang membangun. Kami yakin Gubernur dan Wakil Gubernur tidak alergi terhadap kritik,” pungkasnya.

Hasil konsolidasi Forum Ormas Bersatu Kalimantan Timur ini rencananya akan disampaikan langsung kepada Gubernur Kalimantan Timur dalam waktu dekat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi contoh komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan di Kalimantan Timur.

Pos terkait