BONTANGÂ – Komisi C DPRD Bontang berencana segera menggelar rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas penanganan longsor yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian dewan. Bahkan, Komisi C telah beberapa kali membahas kondisi longsor yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Longsor tersebut menjadi perhatian khusus karena berada di salah satu ruas jalan strategis di Kota Bontang. Jalan Soekarno-Hatta merupakan akses utama menuju kawasan perkantoran pemerintah, termasuk Kantor Wali Kota Bontang, sejumlah OPD, serta Kantor DPRD Bontang.
Menurut Bonnie, rapat lanjutan akan melibatkan Dinas PUPRK, BPBD, Disperkimtan, serta instansi terkait lainnya guna mencari solusi penanganan yang lebih komprehensif.
“Masalah ini sudah pernah kami bicarakan. Saya memanggil DPUPRK, BPBD, Perkimtan dan semua yang terkait. Segera akan kita rembukkan lagi,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Lebih jauh, Bonnie menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan tidak berjalan parsial. Menurutnya, setiap OPD memiliki peran berbeda, mulai dari aspek teknis perbaikan infrastruktur, mitigasi bencana, hingga penataan kawasan terdampak.
“Jadi diperlukan kesepahaman bersama sebelum langkah penanganan dilaksanakan,” ucapnha.
Saat ini jadwal rapat masih bersifat tentatif karena padatnya agenda kedewanan. Namun, Bonnie berharap pertemuan tersebut dapat segera terlaksana mengingat kondisi longsor yang membutuhkan perhatian serius.
Sementara itu, di lokasi longsor telah dipasang karung berisi pasir, garis polisi, serta rambu peringatan bahaya sebagai langkah pengamanan sementara bagi pengguna jalan. (ADV/Mrh)






